
Namun sampai detik ini pria keturunan china "Taipan" itu belum juga diketemukan keberadaan, walau sempat beredar fotonya sedang duduk santai disebuah mall siangapura.
Bicara Jumlah Korupsi yang dibawah lari, banyak netizen kalkulasi harga barang mewah, seperti kami kutip dari facebook ada yang menyebutkan 35 Trilliunitu bisa membeli
- 2,5 JUTA pucuk Senapan serbu AK-47 Buatan Russia
- atau 1,3 JUTA RPG PG 29 Vampire buatan Russia Beserta Amunisinya
- atau 300 Heavy BATTLE TANK ABRAMS M1
- atau 150 Helikopter Perang Apache Long
- atau 80 Jet Fighter Sukhoi SU 27 andalan Russia
- atau 1 Unit Kapal selam Bertenaga Nuklir Kelas Virginia seperti SSN 774 buatan USA bobot 7900 m TON
- Atau bahkan bisa untuk Menggaji SATU JUTA PRAJURIT selama 1 Tahun
Seperti dikutip dari cnn indonesia Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyiapkan total uang hadiah yang menggiurkan untuk ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Total hadiah di Rusia 2018 naik 12 persen dari Piala Dunia 2014.
Pada Piala Dunia 2014, timnas Jerman berhasil meraih uang hadiah US$35 juta atau setara Rp475 miliar setelah menjadi juara di Brasil. Untuk tim juara Piala Dunia 2018 dipastikan mendapat uang hadiah yang lebih banyak.
Dikutip dari City AM, FIFA menyiapkan total hadiah yang lebih besar untuk Piala Dunia 2018 dengan kenaikan 12 persen dari Piala Dunia 2014. Untuk Piala Dunia 2018, FIFA menyiapkan total hadiah US$400 juta atau setara Rp5,4 triliun.
Tim juara Piala Dunia 2018 akan mendapatkan uang hadiah US$38 juta, sedangkan runner-up mendapatkan US$28 juta. Peringkat ketiga mendapatkan US$24 juta dan posisi keempat meraih US$22 juta.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan meningkatnya uang hadiah di Piala Dunia 2018 merupakan tanda positif kondisi finansial FIFA saat ini. Sebelumnya, FIFA dikabarkan mengalami kerugian mencapai US$369 juta pada 2016.
FIFA juga menyediakan uang persiapan bagi 32 tim peserta Piala Dunia 2018. FIFA akan memberikan uang US$1,5 juta atau setara Rp20,3 miliar sebagai uang persiapan.
Piala Dunia 2018 akan berlangsung pada 14 Juni 2018 hingga 15 Juli 2018. Pertandingan pertama akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi.
Pertandingan Piala Dunia 2018 bisa disaksikan melalui Trans TV, Trans 7, dan Transvision, setelah Transmedia menjadi licensed broadcaster Piala Dunia 2018.
Daftar Uang Hadiah Piala Dunia 2018:
Juara: US$38 juta (setara Rp516 miliar)
Runner-up: US$28 juta (Rp380 miliar)
Peringkat ketiga: US$24 juta (Rp325 miliar)
Peringkat keempat: US$22 juta (Rp298 miliar)
Perempat finalis: US$16 juta (Rp217 miliar)
Babak 16 besar: US$12 juta (Rp162 miliar)
Fase Grup: US$8 juta (Rp109 miliar)
Sungguh luar biasa Honggo Wendratno bisa kabur dengan mudah, padahal kasus ini udah ada sejak 2 tahun lalu Berikut Beritanya via Kompas
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebut kunci pengungkapan kasus korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat yang melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), berada di tangan bos TPPI Honggo Wendratno.
Noorsy mengatakan, dalam salinan risalah rapat 21 Mei 2008 yang dia miliki, Wakil Presiden Jusuf Kalla masih melihat adanya keuntungan jika pengolahan kondensat dilakukan oleh PT TPPI. JK pun menyerahkan pengelolaan kondensat ke PT TPPI asalkan penjualannya dilakukan Pertamina.
"Dalam hal ini Jusuf Kalla mengatakan Pertamina menyediakan kondensat bagi TPPI di mana bisa saling menguntungan bagi kedua perusahaan itu. Ini yang disebut penyelamatan karena pemerintah memang berhak," kata Ichsanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Meski demikian, dia mempertanyakan peran pemerintah yang menyerahkan PT TPPI di tangan Honggo Wendratmo. Sebab, dia menilai Honggo adalah orang yang bermasalah dan terbukti tidak berhasil mengelola PT TPPI dengan baik.
"Pemerintah kacau, menyerahkan ke orang yang punya banyak masalah, yaitu kepada Honggo Wendratmo. Jelas saat di tangan dia kondisinya merugi. Ini yang harus dipertanggungjawabkan," ujar Noorsy.
Dia menduga, Honggo memiliki kedekatan dengan pemerintah saat itu, sehingga PT TPPI mendapat banyak kemudahan. Noorsy menyayangkan pemerintah yang tidak dapat mengontrol Honggo sehingga arahan wapres Jusuf Kalla untuk menjual kondensat ke Pertamina dilanggar. PT TPPI justru menjual kondensat ke perusahaan luar.
"Kenapa Sri Mulyani juga tak bisa mengatur Honggo," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar Bareskrim Polri segera memeriksa Honggo Wendratno. Dengan begitu, kasus ini dapat terungkap ke permukaan. Apalagi, kata dia, peran Honggo dalam menentukan arah kebijakan TPPI sangat dominan, padahal sebagian besar saham TPPI dimiliki oleh pemerintah.
"Selain itu pihak Bareskrim juga harus melihat bagaiman proses pengiriman kondesatnya, siapa yang mengirim, bagaimana dokumennya dan PT TPPI menjualnya kemana," ucap dia.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak sebelumnya mengatakan bahwa penyidiknya menemukan dokumen salinan rapat Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait aktivitas penjualan kondensat.
"Ada kebijakan Wakil Presiden saat itu, kalau memang PT TPPI yang ditunjuk, hasil minyak, seperti premium, solar, dan minyak tanah itu prioritasnya dijual ke Pertamina," ujar Victor di Kompleks Mabes Polri, Selasa (26/5/2015).
"Tapi, pada pelaksanaannya PT TPPI itu tidak menjual ke Pertamina. Dia malah menjualnya ke pihak lain, ada yang di luar negeri, ada yang di dalam negeri. Jadi PT TPPI ini tidak sesuai dengan kebijakan Wapres saat itu," lanjut dia.
Kira-Kira Apakah Hanggo Bisa Ditangkap ? atau Sebaliknya Seperti Kasus-Kasus Para Koruptor?
Demikinlah Postingan Artikel Honggo Wendratno Kasus Korupsi 35 Triliun, Bisa Beri 6 Kali Hadiah Piala Dunia 2018 Russia,